Sabtu, 13 November 2010

Cahaya Hati

Deru Ombak menancapkan amarah
Membawa puing - puing kenangan cahaya emas
Tak kuasa menahan perih ini
Saat kau tinggalkan kusendiri

Hari ini kuberpijak diatas dunia yang fana
Sulit tuk tentu kanarah tujuanku
Saat kau datang mencakar relung hatiku
Aku terjatuh dalam lubah hitamu

Canda tawa pun berlalu namun hati ini tak bisa dipungkiri
Gemerlap lampu membawa hati ini kedalam tenangnya cahaya
Walau cahaya itu makin padam
Aku akan tetap berusaha membuat cahaya itu terang kembali

Jumat, 05 November 2010

puisi bencana

Ketika tuhan memberi pertanda
Kami tak peka terhadapnya
Ketika tuhan memberi peringatan
Kami pun acuh karenanya

Lalu kau porak porandakan isi dunia
gunung - gunung menghamburkan baranya
Lautan menumpahkan cairannya
Bumi menggoyangkan perutnya

Kami meronta - ronta dan merintih
Menggoreskan kabar kelam dalam hati
Tak banyak mahklukmu yang sadar
Bahkan mereka masih tetep melawanmu

Tuhan...
Saat kerlip bintang menghampiriku
ku tak sanggup menemuinya
karena aku tak sesuci dirimu

Tuhan...
Ketika aku bersimpuh menghadapmu
kuberharap hentikan amarahmu
karena aku tak sekuat dirimu

Tuhan...
Aku sadar cahayamu selalu menyertaiku
diatas puing-puing menimpaku
aku mohon berikan yang terbaik bagiku

Tuhan...
Ku-lantunkan asmamu terakhir kalinya
sebelum aku menutup mataku
agar aku tetap disisimuu


aku buat puisi ini karena aku turut berduka cita kepada korban bencana alam di Indonesia
agar mereka selalu mengingat Allah SWT, selalu berdoa kepadanya, selalu percaya bahwa ada hari akhir, dan selalu berfikir positif kepadanya, karena Allah SWT lah tuhan kita .